Maksiat benar-benar menghalangi pintu rezeki kita, rezeki itu bukanlah hanya harta, bisa jodoh, kesehatan, keluarga yang bahagia, sakinah, istri yang sholehah, anak yang pintar dan sholeh, itu juga merupakan rezeki yang luar biasa dari Allah, coba deh bandingkan mana yang lebih bahagia orang yang baik atau orang yang sering bermaksiat, tidak usah dijawab pun anda semua sepakat bahwa dengan kebaikanlah pintu kebahagiaan akan diraih.

Berdasarkan penelitian Universitas A&M, berbuat maksiat atau kejahatan akan mengurangi kreatifitas dan mudah emosi. Sebagaimana Nabi menggambarkan umat muslim yang berbuat maksiat, ia bagaikan ditimpa bangunan yang tinggi, ia akan ketakutan dan berlari secepatnya untuk menghindari kemaksiatan itu (Hadits Bukhori Muslim), begitu pun para koruptor yang hidupnya tidak nyaman akibat perbuatannya, berapa banyak bandar narkoba yang hidupnya dihantui rasa ketakutan akibat bisnisnya, berapa banyak para pezina yang sudah punya istri atau suami, ketakutan dan sering emosi jika HP nya dibuka orang lain, tidak nyaman dengan hidupnya.

Dengan tidak nyaman begitu, mungkinkah ia akan mendapatkan rezeki dari Allah, mungkinkah ia akan bahagia dengan hidupnya, yang ada hanyalah kesengsaraan dan kehancuran yang sedang menimpa hidupnya. Semoga kita semua dihindarkan dari dosa semacam ini.

Adalah Padel yang kerjaannya selalu bikin masalah kampung setempat, sudah berulang kali masuk penjara, istri ditelantarkan, narkoba menjadi aktifitasnya sehari-hari, hidupnya penuh dengan kehancuran, usahanya bangkrut, anaknya putus sekolah, agustus 2015 ini ia kembali ditangkap polisi sedang asyik pesta narkoba bersama teman-temanya di Martubung, Medan. Apa yang ia dapatkan? Adakah kehidupan yang penuh dengan berkah? Justru kehancuran yang ia dapatkan, itulah seburuk buruk penghalang rezeki yaitu maksiat.

Lalu bagaimana dengan orang sholeh atau sholehah yang selalu menjaga pandangan dan kemaluanya, istri yang menjaga harta suaminya, suami yang memuliakan istrinya, orangtua atau mertua yang serta merta mendukung dengan mendoakannya, sedekah yang menjadi aktifitasnya, dhuha yang menjadi kebiasaannya, tahajjud yang menjadi alarmnya? Tentulah Allah akan menurunkan keberkahan didalam kehidupannya, hidupnya akan damai, rezeki akan menghampirinya, datang dari jalan yang tidak disangka sangka, hidupnya akan dimudahkan oleh Allah (QS 65 : 4). Anda yakin?

Lalu Bagaimana Dengan Para Maksiat Yang Kaya Dan Bahagia

Kalau mau membandingkan janganlah lihat sekarang, tapi ditahun berikutnya, 10 tahun berikutnya, para maksiat yang tadinya hidup bahagia, kaya melimpah ruah, lihatlah 10 tahun kemudian, lihat apa yang terjadi, Allah turunkan derajatnya di dunia, Istri kabur, anak terlibat narkoba, perusahaan terlilit hutang, hidupnya penuh kehancuran, rumah tangga yang berantakan, itu semua karena apa? itu semua karena kemaksiatan yang ia lakukan. Itulah yang saya sebut kemaksiatan yang menjadi penghalang pintu rezeki. Ini bukanlah mendo’akan, tapi inilah kenyataan hidup dan fakta.

Lalu bagaimana dengan para orang sholeh/sholehah yang hidupnya serta merta melarat, tahajudnya rutin, sedekahnya sangat bermanfaat, dhuhanya afdhol, salat 5 waktu dimesjid, tapi kok masih aja miskin dan melarat? Ya ampun, jangan lihat sekarang, hehehe, lihatlah 10 tahun berikutnya, Allah naikkan tuh derajatnya di dunia, dapat istri sholehah, anak yang taat, cerdas, bisnisnya lancar, hutang tidak ada, berkah berkelimpahan yang ia dapatkan, bahagia tersirat dalam hidupnya. Pernahkah Allah melanggar janjinya? (QS 9 :111), Janji Allah sungguhlah terjadi dan nyata, justru manusialah yang tidak sabar dalam menunggu janji Allah. Betul?

Berapa banyak kita lihat seseorang memiliki mobil mewah, harta melimpah, rumah megah, tapi masih aja ngeluh, ketika ditanya “ada ape pak?kok bapak meles wajahnya” dia jawab “gimana gak meles mas, istri saya kabur, anak saya masuk penjara, kreditan belum lunas, perusahaan terlilit hutang besar”. “coba deh bapak bayangkan seberapa besar dosa yang pernah bapak lakukan, bisnis bapak ini apakah halal dijalan Allah, sudahkah harta digunakan dengan sebaik baiknya” beliaupun menangis dan mengakui seluruh kesalahannya. Allahukarim, kalau sudah maksiat yang berbuat semua terlihat semu, semua terlihat indah, bagaikan fatamorgana kehidupan, bukankah keberkahan lebih indah dari semua?

Untuk anak muda sekarang, kalau anda taat kepada Allah saat ini, tunggulah dihari yang indah, tunggulah disaat yang tepat, bersabarlah, akan indah pada waktunya, siapa saja yang dapat kemudahan itu? Ialah orang yang sabar menunggu janji Allah, janji Allah adalah benar, janji Allah adalah pasti, tunggulah dihari kemenangan mu, insyaAllah semuanya akan indah. Siap?

LEAVE A REPLY