Do’a Vs Ikhtiar

62

Siapa manusia dimuka bumi ini yang tidak pernah mengalami permasalahan? Pasti semua manusia pernah mengalami permasalahan, baik itu saya pribadi maupun anda, iya gak? namun tingkat permasalahan yang dirasakan tentunya berbeda-beda. Ada yang diliputi dengan kesedihan, karena memikirkan kekurangan harta, memikirkan hutang yang bertumpuk-tumpuk, memikirkan tidak bisa mempunyai anak, dan juga bersedih karena penderitaan penyakit yang tidak kunjung juga sembuh. Inilah masalah yang sering kita hadapi, iya kan. Apa solusinya? Tentulah tidak lain adalah do’a, ikhtiar dan amal, yang sudah kita bahas diatas tadi. Tidaklah masalah orang harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan didalam hidupnya, tidak ada yang perlu dipermasalahkan, tapi banyak pula yang lupa solusi yang paling jitu untuk menyelesaikan segala masalah, apa itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah DO’A secara tulus kepada Allah. Anda percaya dengan itu? Mari sama kita buktikan di paragraf berikut.

Do’a merupakan solusi yang pertama bagi setiap muslim, bukan yang kedua atau bukan pula solusi terakhir, bahkan merupakan solusi awal sebelum usaha yang lain dilakukan. Bukankah seluruh ulama sependapat dengan kalimat “do’a adalah senjata bagi seseorang mukmin” betul? bahkan senjata bagi para Nabi. Nabi aja senjatanya do’a, masa kita gak.

Berdo’a dengan hati yang tlus, insyaAllah Allah kabulkan do’a itu, anda gak percaya? mari kita renungkan kisah para nabi yang menyelesaikan masalahnya dengan do’a :

  1. Tahukah anda, Nabi Ayub ketika ditimpa penyakit, beliau berdo’a kepada Allah, kemudian Allah sembuhkan penyakinya (QS 21 : 83)
  2. Tahukah anda, Nabi Yunus ketika ditelan ikan Paus didalam kegelapan, di laut yang penuh dengan gelap, lalu berdo’a, kemudian Allah kabulkan do’anya (QS 21 : 87-88)
  3. Tahukah anda, Nabi Zakariya ketika ingin memiliki anak, sementara istrinya mandul dan juga sudah sangatlah tua (QS 19 : 8) lalu berdo’a, kemudian Allah kabulkan do’anya dengan mengabarkan kabar gembira yaitu seorang anak bernama Yahya (QS 19 : 7)

Ingat, semua yang dilakukan para Nabi tersebut adalah do’a yang disertai dengan ikhtiar.

Adalah salah jika kita hanya berdo’a saja tanpa melibatkan usaha ataupun ikhtiar, bahkan Nabi pun juga mengajarkan kita untuk ikhtiar, contoh nabi Nuh ketika berdo’a ingin memiliki kapal, beliau sertai dengan ikhtiar menanam pohon, menunggu pohonnya besar dan memotong pohonya untuk dijadikan bahan pembuatan kapal. tapi tetaplah ingat, do’a merupakan solusi yang utama bukan yang terakhir. Siap?

Kalau begitu, kita semua paham, do’a merupakan senjata pertama bukanlah senjata terakhir, setelah kita berdo’a iringilah dengan ikhtiar dan amal secara sungguh-sungguh, insyaAllah permasalahan dalam hidup ini akan hilang. betul?

Konon, didaerah tempat tinggal saya, ada keluarga yang belum juga dikaruniai seorang anak oleh Allah selama lima tahun pernikahannya, beliau sudah kontrol dan konsultasi ke beberapa dokter ternama, bahkan sampai ke singapore, tetap juga tidak bisa punya anak, berbagai obat dan vitamin pun diminum demi mewujudkan itu semua, namun belum menunjukkan keberhasilan. Sudah ikhtiar semaksimal mungkin, tapi Allah belum juga memberi. akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat umroh, dan berdo’a dihadapan ka’bah, berdo’a juga di Raudhoh, memohon kepada Allah dengan setulus hati agar diberikan seorang anak, masyaAllah satu minggu setelah kepulangan umroh, istrinya positif hamil, iya istrinya hamil. Inilah kekuatan do’a, terjadi keajaiban-keajaiban dikalangan orang yang tulus hatinya dalam berdo’a, dan segalanya bisa terjadi karena izin-Nya. Anda percaya itu? Siap?

LEAVE A REPLY