Setelah fokus ke impian orangtua, alangkah baiknya kita fokus ke impian dan ridho dari sang istri. Kenapa? karena istri merupakan pasangan hidup kita, istrilah yang paling sabar merawat suami dan anak-anak. Betul?

Terus terang, saya sangat mengagumi istri saya, setiap impian yang akan saya capai, ia akan terus mendukung dan menyelaraskan impian saya. Karena dengan keselarasan itu, maka impian akan mudah tercapai, anda percaya?

Tahun 2010 saya putuskan untuk pindah ke Medan, istri saya setuju dan meridhoi jalan saya kesana, alhamdulillah saya sempat kerja disalah satu perusahaan di Medan, dan akhirnya saya putuskan keluar karena tidak kuat kerja disana dan juga gajinya sangatlah kecil. Dua bulan berselang kami kembali ke Jogja, lagi lagi istri saya menyetujui dan meridhoi jalan saya ke Jogja.

Tahun 2012 saya putuskan pindah ke Baubau, Sulawesi Tenggara, disana saya dapat pekerjaan yang layak, dan alhamdulillah istri saya setuju dan meridhoi perjalanan karir saya disana, satu tahun berlalu, saya berniat pindah ke Jogja dan mau buka usaha saja agar bisa mencapai impian yang lebih besar, lagi lagi istri saya meridhoinya.

Alhamdulillah tahun 2013 kami membuka usaha pancake durian medan dengan branding Ummy Pancake dan memperoleh omset 200 juta lebih perbulannya. Dan inilah buah dari ridho istri saya sehingga omset setiap hari selalu meningkat. Bukan hanya besar kecil omset yang kita lihat, tapi grafik pencapaian impian kita yang kita pantau, apakah meningkat atau menurun? Mau meningkat, yakinkan impian anda dan impian istri anda harus selaras, insyaAllah akan mengeras.

Tahun 2015 saya mempunyai impian punya mobil, ternyata ditahun yang sama dan dibulan yang sama, istri saya pun juga mempunyai impian yang sama yaitu punya mobil, apa yang terjadi? Allah mudahkan impian kami, Allah kasih diluar dari naluri kami, sangat cepat. Iya, begitu cepat. Oleh karena itu, saya mengajak kepada anda semua, setelah ridho orangtua, ridho istri pun anda dapatkan, InsyaAllah Allah ridhoi semuanya.  Bahkan kakak saya bercerita di Medan bahwa ia dan suaminya punya impian yang sama pada bulan dan tahun yang sama yaitu memiliki becak sate, dan alhamdulillah Allah kabulkan impian mereka. Benar saja Allah ridhoi semuanya.

Tidak ada yang mustahil dimuka bumi ini, tidak ada yang susah kalau Allah sudah bilang “kun” jadi, ”fayakun”maka jadilah, bahkan tidak ada didunia ini orang yang kecil, tidak ada orang yang lemah, kecuali kecil niatnya dan lemah pula niatnya.

Apa Betul Ridho Istri Itu Sangat Berpengaruh

Selama ini kita selalu membahas ridho suami, ridho suami dan ridho suami, padahal istri juga memiliki peran sebagai pembahagia di rumah tangga, pada dasarnya suamilah yang bertugas untuk menjaga dan merawat istri dan anak, namun dalam kenyataannya, istrilah yang paling kuat dan sabar dalam menjaga suami dan merawat anak. Betul tidak?

Kalau istri sudah ridho artinya istri akan bahagia, betul? dengan kebahagiaan istri, hati suami akan lebih tentram. Kalau sudah begini, Allah akan ridho terhadap rumah tangganya, Allah pancarkan hidayah didalam rumahnya, Allah berikan sakinah keluarganya, sehingga keluarga ini selalu tentram, aman dan bahagia. Itu mengapa  ridho istri begitu pengaruhnya terhadap rezeki kita.

Suatu pagi disebuah rumah…
Suami : Bu, kata mas Didik, kalau mau kaya, kita harus selaraskan niat kita  untuk kaya, Ibu ridho gak kalau bapak kaya?

Istri : Nggak ah, kita biar miskin aja (sambil sebel)

Suami : lho, ibu kok gitu? Kalau kaya kan kita bisa lebih bahagia

Istri : Ogah ah, bapak miskin aja genit, apalagi kaya.

Suami : ??????

Ups! Akibat kegenitan yang sering ditunjukkan suaminya mengantarkan ketidak ridhoan istri, ayo siapa yang masih genit disini? Gimana mau kaya dan berkah kalau diri saja belum bisa terkontrol? Yuk bercermin kembali.

Nah sikap beginilah yang buat istri tidak ridho, dan tidak mau menyelaraskan impian suami dengan dirinya. Caranya bagaimana? Lakukan pencerminan yang pantas untuk anda (instrospeksi), anda harus ubah gaya anda, anda harus tunjukkan bahwa anda siap untuk kaya dan sukses, siap?

Antara Rezeki dan Membahagiakan Istri

Dahulu, saya pernah membuat istri saya menangis, saya menyesal kalau mengingat kejadian itu, seketika itu kepala saya langsung pusing tidak karuan, badan saya keringat dingin, meriang, makan tidak selera, jantung saya berdebar kencang, iya, ini kenyataan yang pernah saya rasakan. Sampai saya pernah berpikir, ketika menyakiti istri, hakikatnya adalah kita telah menyakiti diri kita sendiri, begitupun sebaliknya, ketika membahagiakan istri, pada hakikatnya adalah kita telah membahagiaakan diri sendiri,. Anda sepaham dengan saya? Oleh karena itu, sayangi istri, bahagiakan ia, agar hidup lebih berkah.

Setelah saya tahu bahwa kebahagian istri adalah suplemen bagi suami, maka segala aktifitas apapun itu saya sempatkan untuk meminta semangat darinya, meminta do’a darinya, dan tak lupa ridho darinya. Semua itu demi apa? demi kebahagiaan kita bersama.

Bahkan Nabi sendiri memanggil Aisyah dengan panggilan “Ya Humaira” (wahai si merah jambu). Romantis gak tuh? Hehe, kalau anda memanggil istri anda apa? hayo.
Bukankah kesuksesan seorang lelaki ada wanita dibelakangnya yang medukung, yang mendo’akannya, yang merawatnya dengan tulus, iya itulah yang disebut dengan istri, istri yang sholehah, dambaan setiap muslim, dialah bidadari yang hidup di dunia dan di surga. Ia mempercantik dirinya untuk menyenangkan suaminya, ia memakai wangi-wangian didepan suaminya, ia berkata lemah lembut dan sopan didepan suaminya. Dialah istrimu, iya, dialah istrimu.

Tapi istri saya belum begitu mas didik? Tenang, semua ada prosesnya. kalau belum begitu, andalah yang memulainya, cerminkan diri anda untuk menyelaraskan ke istri anda, insyaAllah berubah setahap demi setahap.

Sekarang banyak orang menyalahkan istrinya, istrinya bodoh, istrinya tidak tahu malu, istrinya tidak cantik, tidak wangi, dan lain sebagainya, justru yang salah itu adalah anda (suami), andalah cerminan dirinya, anda ubah dulu diri anda, insyaAllah istri anda pun akan berubah, tapi semua adalah tergantung anda, mau kearah yang baik atau yang buruk. Jangan salahkan sekitar tapi belajarlah menyalahkan diri sendiri. Siap?

Benar saja hampir semua kalangan orang sukses adalah ia telah mampu membahagiakan istrinya dengan hati yang tulus, iya, dengan hati yang tulus, bukan dengan yang lain, tentulah karena Allah. Begitu pun sebaliknya, istrinya ditelantarkan maka lihatlah bisnisnya, lihatlah pekerjaannya, pun ikut berantakan, inilah realita kehidupan sepasang suami istri, andalah yang menentukan itu semua.

Konon kejadian ini fakta yang terjadi di Medan, dahulu ada pasangan suami istri yang harmonis menikah, setelah punya anak, suami mulai jarang pulang, dan diketahui sang suami telah selingkuh dengan yang lain, istri dan anak ditelantarkan selama belasan tahun, apa yang terjadi? Sang suami melarat, wajah suami menjadi kempot seakan tidak ada yang mengurus, itulah balasan yang sesuai olehnya, sementara istri yang tadinya ditinggal semakin jaya dan kaya. Itulah balasan dari Allah, akan setimpal apa yang telah kita lakukan.

Tidak lama ini pun, saya dapat inbox di facebook, dari seorang Ibu yang mengutarakan isi hatinya, saya tidak sampai hati menyebutkan namanya, beliau mengatakan bahwa dulu keluarga mereka merupakan keluarga yang bahagia, harta melimpah ruah, suaminya sukses, namun sekarang hidupnya jauh dari kecukupan, disebabkan suaminya selingkuh dengan WIL atau Wanita Idaman Lain. Perusahaannya pun bangkrut dan sekarang hidup dipenuhi hutang yang tidak kunjung lunas.

Mengapa ini bisa terjadi? Tak lain adalah sang istri yang merasa dizolimi, dikhianati, diselingkuhi, ia tidak ridho, yang menyebabkan ini semua, bukankah dahulu berjuang bersama menggapai impian, bukankah dahulu susah dan senang bersama, tapi karena nafsu syahwat, keluarganya menjadi berantakan, harta mewah hilang ntah kemana, hubungan harmonis seakan langsung kempis. Ini nyata, sangat berbahaya jika ini terjadi pada kita semua. Semoga dijauhkan dari hal yang semacam ini.

Hendaknya kejadian diatas menjadikan pelajaran bagi kita semua bahwa, hubungan yang dibangun dengan cinta, kesuksesan yang dibangun dengan impian bersama, jatuh remuk hanya karena nafsu, istri tidak ridho dikhianati menjadikan musibah itu datang, Allah pun tidak ridho terhadapnya. Sayangi istri, muliakan orangtua, itulah sebaik-baik tindakan.

Siap???

LEAVE A REPLY