Apakah Kaya itu hak setiap orang?

52

Suatu ketika ada seseorang yang datang mengeluh kepada saya, meminta minta, seakan-akan perlu untuk dikasihani, saya katakan bahwa saya tidak begitu ridho menyumbangkan harta ini kepada orang yang suka mengeluh dan meminta minta, saya lebih ridho memberikan harta ini kepada orang yang mau berikhtiar, berusaha sekuat tenaga, walaupun ia sampai mengambil kayu ditengah hutan. Bahkan Nabi juga mengajarkan seperti itu. Disela ngobrol, saya bertanya, apakah anda ingin kaya atau miskin? ia menjawab ingin kaya, kalau begitu tinggalkan mengeluh, saatnya berusaha dan jangan pernah meminta minta, karena demikian itu adalah sifat mental orang miskin, sampai kapanpun akan miskin selamanya jika mental itu tidak dibuang jauh-jauh.

Selang kemudian rupanya kata-kata saya tadi meresap kehatinya, diujung cerita ia pun datang kembali dengan membuka usaha mie ayam dan kemudian saya salah satu pemodal usaha itu, alhamdulillah Allah mudahkan jalannya, Allah mampukan ia, Allah angkat derajatnya di dunia. Begitulah balasan Allah terhadap orang yang berusaha sekuat tenaga.

Bukankah kaya sudah menjadi hak setiap orang, bahkan Nabi sendiri sudah mengajarkan tips menuai rezeki, Allah juga sudah menjamin rezeki bagi orang yang bertaqwa, namun masih ada yang mengeluh tidak bisa kaya, artinya yang perlu dibenah adalah orangnya. Iya tidak yakin dengan janji Allah, ia tidak sungguh-sungguh menjemput rezeki, ia su’udzon dengan Allah, itulah penyebab utamanya. Allah sudah mencukupkan rezeki manusia untuk hidup, namun tidak cukup untuk gaya hidup manusia.

Bukankah Allah adalah sesuai dengan prasangka hambaNya, jika hambaNya merasa Allah akan mengayakan ia, pastilah Allah akan mengayakan ia, tidak mungkin Allah mengingkari janjiNya (QS 9 :111), justru manusialah yang mengingkari janjinya, dan tidak sabar dalam menunggu janji Allah.

LEAVE A REPLY