Niat vs Rezeki

141

Sebelum kita kaya berniatlah untuk kaya, kalaupun sudah kaya berniatlah untuk berbagi kepada orang lain, kalaupun sudah berbagi berniatlah untuk berbagi lebih banyak lagi dan ke beberapa sumber lagi, begitu seterusnya dan seterusnya, jadi dengan niat yang baik, mengantarkan kita kepada yang baik-baik, pun demikian dengan niat yang buruk akan mengantarkan kita ke jalan yang buruk. Allah pasti tahu setiap hamba-Nya yang sudah berniat atau hanya baru keinginan semata. Tentu juga anda tahu apakah anda berniat atau hanya keinginan semata.

Banyak yang bertanya kepada saya, sebelum sukses kita harus berniat untuk sukses dulu, tapi kok gak sukses-sukses ya, nah mau tau jawaban saya? Baik baik, akan saya jawab, hehe, jawaban saya simple, artinya anda belum berniat dengan sungguh-sungguh, anda baru tahap ingin untuk sukses, belum tahap ke niat, konkritnya begini, anda tahu kenapa para perokok susah lepas ddaari rokoknya, karena ia belum berniat untuk melepas rokoknya, ia merasa butuh dengan rokok, kebutuhannya terhadap rokok sangatlah tinggi, sehingga butuh + niat = kuat. Sementara anda meletakkan sukses itu dimana? Apakah sebatas sukses atau anda butuh dengan kesuksesan itu, kalau anda sudah butuh dengan kesuksesan itu, akan memudahkan anda untuk berniat yang kuat, betul? Jadi sekarang anda bisa menyimpulkannya sendiri bukan dari jawaban tadi.

Ingat, niat itu pokok dari segala pokok, ruh nya amal, jantungnya ikhtiar, makanya jaga baik baik itu niat kita masing-masing, agar kelak kita beruntung. Bukankah niat bisa menjadi amal lipat ganda kita, dan mengegas rezeki agar cepat datang dan mengajak teman temannya. Mau tahu? Coba pahami kalimat dibawah ini :

Daripada Anda Berniat Punya Usaha, Berniatlah Double Yaitu Niat Buka Usaha Dan Membantu Orang Lain Untuk Membuka Usaha Juga. Agar Apa? itulah kekuatan niat mengegas percepatan usaha anda.

Konsepnya sederhana :

  • Kalau mau sukses, sukseskan orang lain
  • Kalau mau kaya, kayakan orang lain
  • Kalau mau buka usaha, bantu orang lain buka usaha
  • Kalau mau laris usahanya, lariskan usaha orang lain
  • Kalau mau diridhoi usahanya, ridhoi usaha orang lain
  • Kalau mau hilang segala kesulitan, hilangkan kesulitan orang lian
  • Kalau mau segalanya mudah, mudahkan urusan orang lain (H.R Muslim)

Memang terkesan gila, tapi ya begitu, niat double untuk diri sendiri dan orang lain justru lebih mujarab untuk pengembangan diri kita sendiri, setuju?

Bahkan dalam Islam juga dianjurkan untuk berniat doubel dalam hal puasa sunnah, misal puasa sunnah arofah bertepatan dengan hari senin, maka kita disunnahkan untuk niat double yaitu niat puasa sunnah arafah dan puasa senin, apakah boleh seperti itu? Jumhur ulama mengatakan boleh, yang tidak boleh adalah niat double puasa ramadhan dengan puasa senin kamis, kenapa tidak boleh? Karena puasa ramadhan merupakan puasa wajib, sedangkan senin kamis merupakan puasa sunnah. Jadi bertolak belakang, tidak bisa disamakan, satu wajib sedangkan satu lagi sunnah.

SHARE
Previous articleNiat vs Bisnis
Next articleMedan, I am Coming 2017

LEAVE A REPLY